Sebelumnya saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara-saudaraku #MapalaUII yang telah berjuang sampai akhir dan harus menjalani sakit yang hingga kaupun tak sanggup menahannya. saya sedih akan perlakuan yang tidak "mendidik" itu oleh yang menyalahgunakanya.
Akhir-akhir ini kita sedang dihebohkan dengan adanya peristiwa pendidikan dasar dalam organisasi Mapala di UII, dimana dalam pendidikan tersebut mengakibatkan 3 peserta tewas. Tidak dipungkiri lagi dengan tewasnya ketiga peserta tersebut, maka dunia organisasi kepecinta alaman tercoreng keras.
Dalam Pendidikan Dasar atau diklatsar (pendidikan latihan dasar) setiap organisasi memiliki prosedur nya masing-masing (SOP), dalam hal ini SOP harus ditaati betul oleh sang penyelenggara pendidikan, mulai dari perekrutan awal, persiapan teori, kesiapan fisik peserta maupun panitia, perijinan tempat. sebenarnya standar-standar persiapan ini sudah dilakukan dengan lebih matang harusnya. karena kegiatan ini berkenaan langsung dengan alam bebas, dan penuh dengan banyak resiko-resiko. resiko dialam disini ada dua macam, yakni resiko yang ditimbulkan dari manusianya itu sendiri seperti kecerobohan dan sebagainya, kemudian yang satu lagi resiko dari alam, misalnya faktor cuaca, binatang buas, dan medan alam.
Kegiatan semacam ini tentunya membutuhkan persiapan yang benar-benar matang. Mental panitialah yang sebenarnya harus diperhatikan, mengingat mereka penyelenggara sekaligus pelaksana. karena pada teori dengan dilapangan akan sangat berbeda. faktor lelah, emosi,atau masalah lain, yang akan menjadi faktor lain dimana sebuah jalannya pendidikan dasar akan sedikit berubah.
Pendidikan dasar sangat erat hubungannya dengan kedisplinan, karena kegiatan ini berada langsung di alam bebas. faktor cuaca dan kondisi tim akan menentukan jalannya pendidikan. Menumbuhkan jiwa-jiwa yang kuat, mental-mental yang kuat dan cinta tanah air beserta alam itu adalah beberapa yang menjadi tujuan daripada perekrutan sebuah organisasi kepecinta alaman. Jika ada yang mengatakan, "kenapa harus dengan kekerasan??" sekali lagi semua kegiatan pendidikan dasar ini menggunakan SOP yang benar dan terarah, jika benar terdapat kekerasan dalam pendidikan tersebut, berarti ini merupakan suatu hal yang benar-benar menyimpang, semua arahan yang diberikan panitia, yang didasarkan atas dasar SOP-nya pasti ada tujuannya.
Akibat adanya peristiwa tersebut, maka secara tidak sengaja menimbulkan dua kubu diantara orang yang berkecipung dalam organisasi dan non organisasi. Mereka yang pernah merasakan pendidikan dasar akan cukup memahami hal ini, namun bagi mereka yang non organisasi akan langsung menghujat. Saya Juga sebagai Alumni Mapala memahami betul bagaimana beratnya sebuah pendidikan dasar di mapala. kedisiplinan diterapkan betul. Banyak orang mengatakan gak ada manfaatnya kamu ikut mapala, naik gunung, tinggal naik. NO..!!! saya banyak sekali pengalaman berharga, persaudaraan yang kuat, menahan rasa sakit, dingin, panas yang sama, mnjadikan kami benar-benar solid. saling berbagi, yang kuat membantu yang lemah dan sebagainya.
Sekali lagi jangan men-judge organisasi kepecinta alamnya, kita ikuti prosedur yang berlaku saja, biarkan penegak hukum mengerjakan tugasnya. usut oknum setuntas mungkin.
Salam lestari.........



0 comments:
Post a Comment